Shokiba Aqilla Septiani

senja

 


Hangatmu tak berpengaruh lagi

Senyummu tak da arti, sepi sunyi dan dingin

Candamu perlahan redup dan menghilang sedikit demi sedikit

Tawamu punah sama seperti masa purba jutaan tahun lalu

langkahmu tak semanis susu choklat kaleng penuh isi

ku pernah menganggapmu

sebagai penyemangat dan tekad untuk hidup

kau pernah menjadi alasanku bertahan dengan pahit

menyukai bunga layu dan kucing putih

senja,,

indahmu kini terganti oleh perih

hangatmu terganti dengan keji

lagumu terbagi oleh suara burung menjerit sakit

bunga indah senjaku telah layu dan kusam

kucing putih telah pergi enggan untuk kembali

lagu indah kata-kata bijak gombalan rayuan

seolah telah dihapus oleh masa dan ditolak oleh senja

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar