Shokiba Aqilla Septiani

My Deary

 



02/18/2022



Hari ini, entah mengapa tak seperti waktu kemanyata dari rin. Banyak hal yang membuatku terluka karena sekeliling tak seperti apa yang ku inginkan. Diriku sebenarnya tak suka pertentangan, perceraian bahkan pendendaman antar teman, aku sangan membenci itu. Diriini bingung siapa yang harus disalahkan dan tentu saja siapa yang harus kena amarah. Antara keadaan dan posisi semua bertolak dengan harapan.

Diri ini cukup lelah menahan beban yang selalu bergejolak dan sakit, jika boleh ditukar aku bisa menukarnya demi kebhagiaan teman terdekatku, do’a-do’a ku terasa hampa dan kosong, blum terwujud dan memihakku. Apa salahku tuhan? Mengapa kenyataan ini semakin pedih, aku ingin merelakan kebahagiaanku untuk mereka, tapi, mengapa malah sebaliknya.

Aku benar-benar tak tau apa yang telah merek pikirkan, apa gara-gara aku tak sesuai dengan kriteria sebagai seorang teman, hingga mereka mengabaikan kehadiranku di dunia. Aku sudah kalah dan kini benar-benar telah menyerah, ingin rasanya aku mundur tak mengusik lagi, tapi orang tuaku selalu memotivku untuk menjadi seoarng yang tangguh Dan menjadi no.1

Aku sadar tuhan, ternyata hidupku telah dilatih dari sebelum aku singgah disisni, tapi setidaknya ada seoarang yang selalu merangkulku un tuk selalu maju, bukanya malah menusukku dari belakang, aku nggak tau harus berbuat apa. Ingin rasanya ku teriakkan semua isi yang meluap dihati, tapi ini terasa mustahil dengan berbagai bungkaman dari mereka.

Astagfirrullah, apakah aku sedang berburuk sangka?, bolehkah aku berfikir selayaknya manusia normal? Tapi, aku juga ingin hidup bersama dengan orang yang berharga dalah system persahabatan, yang mana akan berakibat di hari esok. Tuhan, aku juga ingin seperti mereka yang berfisik baik timbng diriku, memang diriku tak secantik dan sepintar teman-teman yan g lain, setidaknya tolongn jangan menyakiti perasaan dan hatiku.

Aku benci dengan diriku sendiri, dan benci dengan kadaanku yng lebih bodoh dari yang lain. Tapi setidaknya tak usah kalian berkata tinggi dan bersifat mencolok, seakan-akan aku orang yang patut melakukan semua ini, heeii aku juga punya hati bestiihh, tak usah berpilih kasih pada temnmu dan tolong jangan pernah berfikir bahwa kalian lemah dan merasa paling rendah dari yang lain, tolong buka hati kalian, kalian jauh beda dengan diriku yang selalu sendiri, ada teman yang puuaalling setia disisimu kawan, buka matamu, tolong,

Jangan mersa paling rendah paling tak bisa, justru sebenarnya akulah yang berfikir seperti itu, taka da teman yang mau dekat dengnku, taka da teman yang mau memerdulikan keadaanku taka da seorangg teman yang mau berkata halus pada hatiku yang lembut. Tolong jangan seperti anak kecil yang mengemis belas kasih, kawann, kamu rendah kamu merasa paling sakit, justru akulah yang lebih rendah dan sakit dari dirimu.

Sesakit-sakitnya hati ku selemah-lemahnya hatiku, setidaknya aku bis menutupi semua itu dengan tindakan bodohku yang selama ini selalu menglabuhi kalian, tertawaku, senyumku bahkan tindakan konyolku, semata-mata hanya untuk menghibur diriku semata.

Semua pendapatku taka da arti bagi kalian, semua ucapanku tak ada yang bisa membuat kalian mengerti, lantas untuk apa aku diciptakan, tuhannn sakit terasa ketika semua pendapatku terabaikan.




Posting Komentar

0 Komentar