Shokiba Aqilla Septiani

Cerita di Malam Raya

 


Banyak orang yang merindukan momen ketika ramadhan, banyak kebahagiaan yang tertulis dan terlukis di benak diri masing-masing, apalagi anak rantau yang telah lama tidak berpeluk bersama orang tua dan keluarga, momen ramadhonlah kesempatan dan harapan mereka, meski singkat mereka yakin bahwa kebahagiaan yang sederhana terwujud di hari raya. Salah satunya adalah diriku sendiri, pengharapan berguarau selalu membuat diriku untuk pulang ke pangku bunda.

2 Mei 2022, lebaran pertamaku selama satu tahun lamanya tinggal di Semarang, hari pengharapan itu telah di wujudkan Allah, dan tentu membawa beribu pengalaman singkat yang tak terlupakan, bercanda dengan saudara kandung, ipar dan juga sepupu. entah di bilang alay dan lebay tapi kerinduan itu telah terobati dengan semua orang disini.

Setelah berbulan-bulan sunyi tanpa gurauan anak-anak, kini telah kembali dan berfariasi, aku tidak bisa mengembalikan suasana seperti beberapa tahun yang lalu, semakin tahun ini terulang, semakin bertumbulah gurauan dari teman masa kecilku, yang dahulu tak pernah menanyakan apa kabar? dan bagaimana keaadaan? karena kami selalu bersama di setiap permainan. Sekarang bertanya demikian, sungguh terasa perubahan di masa lebaran.

Perguruan Tinggi sangatlah di nomor satukan oleh teman-teman dan orang tua di lingkunganku, tak ada dari kami yang ditanya tentang kapan menikah? dan kapan lamaran?, namun, pertanyaan yang selalu di lantunkan adalah kuliah dimana sekarang? semester berapa? dan mondok dimana sekarang?, itulah bedanya lingkunganku.

Banyak pengusaha, agen dan bos besar di lingkunganku, itulah alasan mereka menomor satukan pendidikan dari pada pernikahan, atau adat lainya. Mereka menginginkan anaknya bisa melanjutkan dan mengembangkan bisnis orang tuanya, dan hal itu juga yang memotivasi saya untuk bisa menjadi seorang pengusaha kaya raya seperti yang selalu Abana bicarakan.

Aku sangat menyukai lingkungnku, meski dekat dengan persawahan dan lumayan jauh dari kota, tapi pemikiran disini sangatlah berbeda dengan lingkunngan-lingkungan yang lain, mereka mendoktrin dan menanamkan pemikiran yang intelektual dan finensial untuk anak dan sanak keluarganya, mereka tidak mau anaknya tak menjadi seseorang yang sukses di masa depan, dan itu juga harapan dari orang tuaku sendiri,

Teman masa kecilku kini telah menjadi seorang yang hebat dan membanggakan, ada yang menjadi dokter, atlit pengusaha dan macam-macam lainya, rengekan dan candaan di hari raya dulu telah tergantikan oleh diskusi apa dan bagaimana kita kedepanya,

Posting Komentar

0 Komentar