Shokiba Aqilla Septiani

Kacamata Pendiam

 


   Kacamata pendiam

Jam 07 tepat hati ini terhentak

Terkantuk dan tersendu langkah kaki menuju ruangan berkerak

Dingin dan tak ada pertanda ramah isi bangku dalam sana

Seolah mereka tak peduli aku telah duduk diatasnya

Wajah baru, mulai berdatangan

Bergerombol pada orang saling kenal

Berdiam untuk orang tak dikenal

Mata-mata aneh berpapasan sesekali denganku yang lesu

Terduduk sendiri bak bunga yang tengah layu

Yang Diserbu ribuan lebah bersengat kaku

Ahhh, tak ada arti lagi bangku kududuki

Buku pulpen tas sepatu semua terasa keras dan kaku

Seolah ini telah terencana oleh takdir

Tertoleh sedetik mataku oleh seorang penunduk

Lebih dalam dari perasaanku ternyata

Aneh, mata ini kembali tertunduk terdiam dan lesu

seakan  tak terjadi kejadian lalu

pikiranku terlintas kaca mata pendiam itu

ternyata ia lebih lesu dari jiwaku

yang ia mainkan sebuah buku tulis biru dan bolpen abu

Posting Komentar

0 Komentar